Perkenalan

Pertemuan, fase yang tak bisa dihindari. Kita akhirnya akan dipaksa atau merasa terpaksa untuk memaknainya.

Bertemu orang baru memang selalu terasa memuakan, betul begitu? Semua orang hampir menanggalkan keasliannya sebagai individu, ketika berusaha  masuk ke sebuah konstelasi orang yang sama-sama baru saling mengenal.

Proses bertemunya kita satu sama lain tak sesederhana ketika kita hanya bisa saling menghafal nama depan dan nama belakang masing-masing, jauh lebih dari itu bisakah kamu meyakini kalau pertemuan ini adalah sebuah anugerah sekaligus sebuah petaka yang akan mengancam kelangsungan hidupmu sebagai individu?

Terserah apa katamu, aku paksa kalian untuk mendeterminasikan diri sebagai orang pamrih, khususnya aku. Berikan aku sesuatu tentang apa saja, maka akan aku beri kamu sesuatu, sesuatu dan sesuatu tentang apa saja juga.

Tak usah berpikir lebih jauh, cukup kita saling kenal, mari berkenalan.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s