Doa Sebelum Tidur

Mungkin alasan paling kuat orang tak bisa tidur itu adalah karena ingin sekali tidur. Persoalan yang tak bisa segera kelar dengan mudah hanya dengan mematikan lampu kamar yang bukan ber-merk Philip, bertemu bantal, kasur, selimut yang tak bersarung dan menutup mata. Dalam beberapa kasus, tetap masih sangat sulit jika pikirmu memejam itu mudah, sekalipun kaki dipakaikan kaus kaki.

Rasa kantukpun kiranya bukan modal yang cukup untuk kita bisa menjamah alam tak sadar ini. Beragam hal tetek bengek yang ada dari 24 jam kadang merantai, mencuat menjadi satu titik jenuh yang memang tak sederhana, sangat tak sederhana!

Waktu menjelang tidur memang rumit, waktu dimana ada di potret paling cengeng. Saya tak sedang berkelakar, sekiranya berkata kalau waktu sebelum tidur itu adalah waktu yang paling cengeng untuk lelaki sekalipun. Lelaki, entah dia yang sudah bertransformasi menjadi bukan lelaki, ataupun yang bukan lelaki yang berusaha menjadi lebih macho dari lelaki yang sudah tak kelelaki-lakian.

Seolah seperti seorang hippies yag tendensius terhadap satu jenis LSD, akhirnya setelah beberapa tembang diputar, doa sebelum tidur memang lebih sering menjadi awal mata benar-benar menikmati tidur. Saat itu, mimpi indah bukan lagi sebuah ekspektasi indah. Usaha mengalusikan nuansa jorok yang nakal dalam mimpi menjadi sebuah pembenaran untuk menegaskan kalau tidur itu nikmat Tuhan yang cukup enak.

Pejamkan mata, dan nikmati kegeliannya …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s