Keheranan

Di tengah kemacetan arah jalan Rasuna Said, orang berlomba memacu pedal untuk menjangkau pintu rumah sebagai garis finish, tentunya dengan berpangku pada kesabaran yang high-level terjebak kemacetan sore di Selatan Jakarta.

Suara sirine motor Polisi tetiba terdengar dari arah belakang, isyarat meminta pengendara lain  – seperti saya, minggir untuk memberi jalan terhadap mobil sedan Bapak/Ibu Mentri yang isinya tetap cuma 2 orang, satu supir dan satu penumpang – padahal masih muat untuk 3 orang.

Akan jadi suatu kemakluman kalau kepentingan penumpang mobil tersebut adalah untuk segera menyegerakan BAB di kantornya. Selain alasan itu rasanya tidak perlu jadi hal yang perlu ditolerir, untuk membiarkan yang bersangkutan seenaknya membuat orang minggir dan mempermudah dia meninggalkan kekhusyuan macet Jakarta, sekalipun itu untuk urusan menyangkut kenegaraan yang mendesak.

Prioritas yang bagus andaikata Polisi yang mengawal demikian berbuat hal yang sama untuk mobil ambulan, setidaknya penumpang mobil ambulan buru-buru karena bukan ingin menyegerakan BAB.

Jakara, selalu bisa membuat orang merasa heran.

Advertisements

One thought on “Keheranan

  1. Ya! Sirene memang selalu menjadi raja jalanan.
    Kalo mobil ambulance sih wajar, bawa orang sakit, atau mati. Lah kalo mobil sedan pejabat? Bawa orang yg hati nuraninya sudah mati.
    Hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s